Sekitar sepuluh tahun yang lalu, saya terkejut dengan gaya marketing Rumah Makan Pringsewu. RM Pringsewu membangun beberapa restoran di sepanjang pantura, masing-masing berjarak sekira 100 kilometer. Di masa libur lebaran, dimana pemudik dari Jabotabek tumpah ke Jawa, RM Pringsewu membuat kampanye yang luar biasa. Sebagai informasi, pada saat itu jalan tol baru sebatas sampai Cikampek, selanjutnya ke arah timur pemudik harus melewati jalan pantura. RM Pringsewu sudah memasang banner mulai pemudik keluar Cikampek, sepanjang pantura untuk restorannya yang berada di Indramayu. Setelah melewati Indramayu, RM Pringsewu kembali pasang banner sepanjang pantura untuk restorannya yang berada di Brebes. Setelah lewat Brebes, banner kembali berderet sepanjang pantura untuk restoran yang berada di Comal, dan seterusnya. Praktis sepanjang pantura dari Cikampek sampai Jogja dipenuhi oleh banner RM Pringsewu. Berbeda dengan era sebelumnya, generasi digital saat ini punya cara yang berbeda untuk memba...