Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label tips

Jangan Jual Harga Murah

"Pak Yusuf, harga Indihome-nya dimurahin dong, susah nich jualnya...". Demikian pernyataan pertama yang saya dengar dari tim sales Indihome. Kebetulan siang ini, secara tidak sengaja, kami kumpul bersama mereka yang sedang mendapat briefing bulanan dari Supervisornya. Mendengar pertanyaan tersebut, saya merasa tertarik, akhirnya saya duduk dan siap untuk sharing tentang pricing kepada tim sales Indihome. Sebagai informasi, sejak dua bulan lalu, kami, Telkom Lampung, menetapkan, hanya menjual Indihome dengan paket premium. Kami tidak lagi menjual Indihome Paket Hemat, Paket Murah dan sejenisnya. Hal inilah yang sering dikeluhkan oleh beberapa tim sales Indihome. Karena inilah, saya merasa tertarik untuk menjelaskan kepada mereka, bagaimana cara terbaik menetapkan harga produk. Setelah duduk dan menyampaikan salam kepada mereka, saya ajukan pertanyaan kepada seorang yang duduk terdekat dengan saya. "Kamu pakai hape merk apa?". Dia menjawab, "Öppo". Saya tany...

Leadership is Influence, Nothing More, Nothing Less

"Kalian harus mulai belajar memimpin", demikian saranku kepada 12 anak generasi termuda di kantor. Setelah terdiam sesaat, salah satu dari mereka ngacung sambil bertanya, "Pak, kami semua masih staf, bagaimana cara kami belajar memimpin?". Sempat aku berpikir beberapa waktu, agar bisa memberi jawaban terbaik, namun singkat. Jawaban itu adalah:  Leadership is influence — nothing more ,  nothing less . Setelah jawaban singkat tersebut, aku berusaha memberikan penjelasan yang lebih rinci, dan akhirnya cukup panjang. Karena itulah, jawaban tersebut menjadi artikel yang sedang Anda baca. Leadership is influence, nothing more nothing less, adalah quote yang dipopulerkan oleh pembicara leadership internasional, John C. Maxwell. Leadership bukanlah status, bukanlah jabatan. Untuk memimpin sekelompok orang, tidak perlu menunggu status, tidak perlu menunggu jabatan tertentu. Sekelompok orang dengan status dan jabatan yang sama, bisa saja muncul seorang pemimpin, yang se...

Self Driving - Menjadi Driver atau Passenger?

Self Driving. Inilah judul buku karangan Rhenald Kasali, yang kali ini akan saya bagikan kepada para pembaca. Buku setebal 270 halaman ini dicetak pertama kali tahun 2014. Memang tergolong laris, karena buku yang saya baca merupakan cetakan ke-22, dan disampulnya juga tertulis National Best Seller . Belum genap lima tahun sudah cetak ke-22, artinya buku ini cukup bagus, paling tidak banyak yang membacanya. Pesan dalam buku ini sangat bagus, sesuai dengan judulnya, mau pilih jadi driver atau passenger. Dan seluruh isi buku ini, dari halaman satu sampai 270, adalah kupasan dari judul tersebut. Karena alur ceritanya sangat gampang ditebak, buku ini bisa dibaca dengan mudah dan cepat. Bahkan, dengan metode speed reading , saya bisa membacanya dalam sehari, selesai seluruhnya. Penulis menyebutkan, sifat-sifat passenger adalah tidak berpikir, tanpa inisiatif, pasrah menerima keadaan, boleh ngantuk bahkan tertidur, tidak berani ambil resiko. Sebaliknya, sifat driver adalah selalu berpik...

99 Inspirasi Harian Pengembangan Diri dan Kepemimpinan

Pada tulisan kali ini, kami sajikan inspirasi-inspirasi harian untuk para pemimpin. Seluruh kalimat inspirasi disarikan dari buku populer The Maxwell Daily Reader, yang ditulis oleh John C. Maxwell. Pada buku ini, Maxwell menuliskan 365 judul artikel untuk menjadi bacaan harian selama setahun. Tidak semua artikel di sajikan di sini, namun hanya menampilkan 99 quotes yang sangat inspirasional, khususnya buat saya sendiri. Semoga menjadi inspirasi kuat bagi pembaca semua. Selamat membaca.         Pengembangan Diri: Jangan pernah mencoba menaklukkan dunia, sebelum Anda membereskan hal-hal kecil di dalam diri Anda. Dunia akan berbentuk sesuai pikiran Anda. Selama 30 detik pertama bertemu orang asing, carilah cara untuk membuat mereka tampak baik Buatkan keputusan untuk hidup bersama dengan orang-orang yang optimis Perbedaan orang rata-rata dengan orang berhasil adalah persepsi dan respon mereka terhadap kegagalan Keluarlah dari rutinitas dan jumpai orang...

Natural Leader

Natural Leader adalah judul buku terjemahan. Judul aslinya adalah Why some people lead, why some people follow, and why it matters. Buku keren ini ditulis oleh Mark Van Vugt and Anjana Ahuja, tahun 2010. Edisi terjemahan dicetak pertama kali oleh Gramedia tahun 2015 setebal 331 halaman. Sesuai dengan judul aslinya, buku ini mengupas secara filosofis, kenapa dalam suatu komunitas selalu muncul pemimpin dan sekaligus pengikut. Kepemimpinan adalah bagian tak terpisahkan dari komunitas (atau kumpulan) manusia. Kepemimpinan muncul bersamaan dengan kebutuhan manusia untuk bertahan hidup dan ber-reproduksi. Tanpa kepemimpinan, kelompok sosial manusia tidak akan bertahan dan punah. Dengan kepemimpinan itulah, manusia menemukan cara untuk bertahan hidup dan berkembang. Karena dengan kepemimpinan itulah, mereka bisa saling koordinasi, mendapatkan orang terbaik, menggabungkan kekuatan dari orang-orang terbaik dan akhirnya bertahan dan reproduksi. Penulis menjelaskan teorinya melalui riset ...

Sukses Menjual dengan 4P

Kami meyakini, kuantitas dan kualitas marketer adalah kunci utama percepatan penetrasi broadband. Kenapa? Karena operator tidak mungkin membangun jaringan fixed broadband yang menjangkau seluruh coverage seperti halnya seluler. Operator pasti akan memilih coverage yang layak secara bisnis dan memberikan keuntungan yang optimum. Artinya, coverage fixed broadband akan selalu terbatas, dan itu artinya, push channel, seperti marketer, akan selalu menjadi channel terkuat. Berangkat dari keyakinan tersebut, untuk mempercepat penetrasi fixed broadband, kami melakukan rekrut marketer dalam jumlah masif. Pagi ini, puluhan calon marketer masuk kelas training perdana, sebelum mereka diterjunkan ke lapangan. Saya mendapat kesempatan pertama untuk memberi bekal kepada mereka, bagaimana mencapai sukses menjual fixed broadband. Saya sampaikan 4 hal penting yang perlu mereka bangun untuk menggapai sukses menjual. Agar mudah mengingat, saya sebut saja 4P: Pribadi, Passion, Produk, Pertemanan...

Mbak Siti Pulang Kampung

Sepuluh tahun lalu saya bangun rumah di sebuah komplek di Pondokgede. Saya krasan tinggal di perumahan tersebut, karena suasana dan kerukunan warganya. Salah satu yang terkesan sampai sekarang adalah penjual sayur Mbak Siti. Dia berasal dari kota asalku, sehingga wajar, dia tahu betul jenis masakan dan bumbu yang dibutuhkan untuk masakan kampung halaman. Istriku menjadi pelanggan tetap Mbak Siti. Salah satu alasannya, karena sering dapat bonus berupa resep masakan kampung halaman. Maklum istriku tidak jago masak, di waktu itu. Padahal, selain Mbak Siti, masih ada pedagang sayur lain yang lebih lengkap dagangannya dan terlihat lebih laris. Menjelang lebaran tahun lalu, Mbak Siti datang ke rumah dan pamitan, "ibu, saya mau pamit pulang kampung, dan tidak kembali dagangan sayur". Sontak istriku kaget, dan nanya, "Lho, kenapa Mbak?". Mbak Siti menjawab, "sudah nggak kuat, bu. Barang-barang di Jakarta makin mahal, untung sayuran sudah nggak cukup lagi...

Aset Karyawan K3 + 1

Aset Karyawan K3+1 Hari ini, saya menerima sepuluh pegawai baru, yang mendapat penugasan di Witel Jakarta Utara. Sudah pasti mereka adalah milenial yang berwajah cerah ceria dan penuh semangat. Seperti kebanyakan pegawai Telkom lainnya, mereka berasal dari universitas ternama di Indonesia. Pada sesi sambutan, saya menyampaikan pesan penting yang perlu mereka ketahui. Dan pesan ini juga penting diketahui oleh semua karyawan, tidak hanya Telkom, tapi di perusahaan mana pun. Pesan ini sederhana, bersifat umum, karenanya berlaku untuk semua karyawan di mana pun. Pesan ini merupakan rangkuman dari sekian banyak buku Leadership yang sudah saya baca, dan tentu saja berdasarkan pengalaman saya sendiri setelah bekerja menjadi karyawan bertahun-tahun. Aset Karyawan K3 + 1 Jika Anda seorang pengusaha, aset Anda adalah modal, baik berupa uang maupun barang, atau mungkin sumber daya lain seperti pegawai dan seterusnya. Aset itulah yang nantinya akan dieksplorasi dan eksploitasi menja...

Lindungi Anak dari Kejahatan Internet dan Hape

“Pa, saya sudah pusing ngadepin anak-anak tuh. Siang, sore, malam nggak habis-habisnya main hape . Di suruh mandi, makan, sholat susahnya minta ampun. Bahaya buat kesehatan lho! Apalagi kalau nonton yang enggak-enggak!. Gimana dong, cepetan cari solusi Pa!”, Demikian kerisauhan seorang ibu dengan tiga anak laki-laki, satu di tingkat SMA dan dua masih SD. Kekawatiran di atas bukanlah milik Si Ibu semata. Jutaan ibu dan ayah di Indonesia, bahkan di dunia pasti merasakan hal yang sama. Sangat wajar, karena Si Kecil adalah anugerah terindah dalam keluarga. Semua orang tua pasti ingin melindungi, membesarkan dan memberikan yang terbaik untuk Si Kecil. Resiko Berlama-lama dengan Hape Seperti halnya Si Ibu di atas, seringkali orang tua tidak berdaya mengendalikan anak-anak mereka bermain hape dan komputer. Perangkat elektronik ini telah menjadi bagian penting dari kehidupan keluarga dan anak-anak. Tidak hanya di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia. Studi yang dilakuk...

7 Mindset to Improve Your Life

Taken from Lolly Daskal, a global consultant on leadership. These are 7 mindset that will improve your life radically, starting from now. 1. Self-trust mindset. If you have do something positive, just trust yourself. Believe in your capability, success would come. 2. Goal-setting mindset. Set your challenging goal, they will motivate you. 3. Pateint mindset. Sometimes you have to wait for the right thing. 4. Courageous mindset. Courage is like a muscle you can strengthen with us 5. Focused mindset. The best way is to stay in the here ane now and to concentrate on everything going on this particular moment. 6. Positive mindset. Choosing to be positive and having a good attitude will determine a lot about your life. 7. Learning mindset.If you are unwilling to learn. no one can help you, if you are determined to learn, no one can stop you.

Kembangkan Organisasi melalui Pemimpinnya

Satu-satunya cara untuk mengembangkan organisasi Anda adalah dengan mengembangkan pemimpin yang menjalankannya. Begitulah salah satu kalimat yang baru saja saya baca dari buku The 360 Leader, John C. Maxwell. Kalimat tersebut betul-betul menyentuh pikiran saya. Karenanya, saya merasa perlu merenungkan dalam-dalam makna kalimat tersebut untuk beberapa menit. Akhirnya pikiran saya berhenti pada pekerjaan yang saya tangani saat ini. Sebagai pemimpin unit, saat ini saya sedang berusaha keras melipatgandakan pendapatan dan penjualan, untuk mengejar target perusahaan. Berbagai upaya sudah saya lakukan, tapi sejauh ini masih jauh dari memuaskan. Saya telah melipatgandakan jumlah titik penjualan, namun hasilnya tidak berlipat. Beberapa titik penjualan cukup produktif, namun sebagian besar lainnya justru buang-buang uang. Setelah merenungi kalimat di atas, saya tersadar, memang jumlah titik penjualan telah bertambah banyak, namun orang-orang hebat masih relatif sama. Karenanya wajar, jika ...