Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Bussiness

Sukses Bangun Bisnis dengan Digital Marketing

Sekitar sepuluh tahun yang lalu, saya terkejut dengan gaya marketing Rumah Makan Pringsewu. RM Pringsewu membangun beberapa restoran di sepanjang pantura, masing-masing berjarak sekira 100 kilometer. Di masa libur lebaran, dimana pemudik dari Jabotabek tumpah ke Jawa, RM Pringsewu membuat kampanye yang luar biasa. Sebagai informasi, pada saat itu jalan tol baru sebatas sampai Cikampek, selanjutnya ke arah timur pemudik harus melewati jalan pantura. RM Pringsewu sudah memasang banner mulai pemudik keluar Cikampek, sepanjang pantura untuk restorannya yang berada di Indramayu. Setelah melewati Indramayu, RM Pringsewu kembali pasang banner sepanjang pantura untuk restorannya yang berada di Brebes. Setelah lewat Brebes, banner kembali berderet sepanjang pantura untuk restoran yang berada di Comal, dan seterusnya. Praktis sepanjang pantura dari Cikampek sampai Jogja dipenuhi oleh banner RM Pringsewu. Berbeda dengan era sebelumnya, generasi digital saat ini punya cara yang berbeda untuk memba...

Alternatif Investasi Saham

Berikut ini adalah inspirasi bisnis bagi para investor (bukan trader) saham. Saham Telkom saya jadikan sebagai salah satu contoh, namun pastinya banyak saham lain yang serupa atau lebih bagus darinya. Benar, apa yang dikatakan investor kawakan Warren Baffett, " Our favorite holding period is forever ", quote lainnya antara lain, "Beli saham layaknya Anda akan membeli rumah. Memahami dan menyukainya sehingga Anda akan puas memilikinya". Jika Anda berinvestasi saham Telkom pada saat IPO tahun 1995, Anda akan merasakan super gembira, karena saat ini, nilainya sudah naik 21 x dari dinilai awalnya. Kok 21 x, bagaimana perhitungannya? Sejak saham IPO tahun 1995, Telkom telah membagi saham bonus sekali dan melakukan stock split dua kali. Jika saat IPO Anda membeli saham sebanyak 1,000 lembar, maka saat ini saham yang Anda miliki sudah berubah menjadi 10.800 saham, atau naik 10,8 kali. Selanjutnya dari sisi harga saham, pada saat IPO harga saham Rp 2.050, sedangkan ...

Kinerja BUMN 2011 Menggembirakan

Disaat 22 BUMN mengalami kerugian Rp 3,2 triliun, 140 lainnya justru tumbuh dan memberi keuntungan mencapai Rp 123,93 triliun, dari tahun 2010 sebesar Rp 113,72 triliun. Tahun ini pemerintah menargetkan meraup keuntungan sebesar Rp 145 triliun. Pendapatan total seluruh BUMN mencapai Rp 1.388 triliun. Nilai ekuitas Rp 717,42 triliun. Belanja modal sebesar Rp 142 triliun, sedangkan belanja operasi Rp 1.226 triliun. Total jumlah aset tahun 2011 sebesar Rp 2.962 triliun. Diharapkan tahun depan bisa tumbuh 15,52 persen menjadi Rp 3.422 triliun. Bagaimana kinerja BUMN tahun ini, yang telah didalangi seorang Dahlan Iskan. Mampukah mereka meraup keuntungan Rp 145 triliun, atau justru jauh di atas target tersebut. Kita tunggu gebrakan dan cerita 'merakyatnya'. Published with Blogger-droid v2.0.4

Kinerja BUMN

Menurut Meneg BUMN, aset BUMN mencapai Rp. 2.100 triliun. Dengan laba bersih tahun lalu Rp 74 triliun. Setoran tahun lalu kepada Pemerintah sebesar Rp. 130 triliun, meliputi Rp. 29.5 laba dan sisanya pajak. Target laba tahun ini sebesar Rp. 92.7 triliun (Republika-12/11/10) Powered by Telkomsel BlackBerry®

KITAB SUCI PEMAIN SAHAM

Penulis: BENNI SINAGA MM FORMULA EMPAT SATU “ JIKA SAHAM TURUN EMPAT HARI BERTURUT-TURUT, HARI KELIMA ADALAH HARI KENAIKAN” FORMULA 10 MENIT Ambil LQ45 (keluarga Big caps), yang memiliki harga terendah dari lima sektor berbeda dan memiliki rekam deviden yang bagus Buang masing-masing satu saham dengan harga tertinggi dan terendah Letakkan 30 persen dana di saham dengan harga terendah kedua Letakkan masing-masing 10 persen pada tujuh saham lainnya Setelah satu tahun, evaluasi dan lakukan langkah 1 sd 4 Mengatur cash flow untuk persiapan trading Skala prioritas Pembukuan yang baik Perencanaan trading fasilitas margin trading Siaga uang tunai Jangan berutang Evaluasi Bermain TekTok Gunakan online trading Buat trading plan Tiap saham memiliki perilaku yang unik. Gunakan analisis teknikal Pilih Big Caps Gunakan margin trading dengan penuh waspada Hindari overtrading Benari Cut-Loss Tip & Trik Jika bursa regional baik, biasanya JSX juga baik IPO akan mendongkrak harga saham Always sel...

SAHAM: ANALISIS TEKNIKAL

Analisis fundamental berfungsi untuk menentukan saham apa yang menjadi pilihan kita. Analisis teknikal berfungsi untuk menentukan kapan kita harus melakukan aksi jual atau aksi beli terhadap suatu saham tersebut. Meskipun dari Chartis yang ada analisis teknikal dapat dimanfaatkan untuk menentukan jenis saham, namun sebaiknya tidak menjadi penentu, penentuan saham tetap dilakukan dengan analisis fundamental. Berikut adalah beberapa jenis analisis teknikal 1. Simple Moving Average (SMA) dan Exponential Moving Average (EMA) Garis MA merupakan indikator awal untuk membuat gambaran umum saham, belum bisa acuan untuk mengambil aksi Grafik EMA lebih responsif terhadap perubahan harga, dibanding grafik SMA Berfungsi untuk mengidentifikasi tren Arah; jika arahnya naik, berarti tren naik dan sebaliknya, jika arahnya turun, berarti tren turun Lokasi; jika garis MA dibawah harga, berarti tren naik, sebaliknya jika garis MA di atas harga, berarti tren turun Perpotongan; Perpotongan MA bisa menjadi...

Target Aset BUMN Tahun 2010 Menjadi Rp. 2.505 triliun

Aset 10 bumn tercatat sebesar 2.100 triliun atau 83.3 persen dari total aset bumn sebesar 2.505 triliun , mereka adalah:PLN 423 triliun, Mandiri 400 triliun, BRI 367 triliun, BNI 257 triliun, Telkom 107 triliun, Jamsostek 92 triliun, BTN 66 triliun, Taspen 41 triliun, Pusri 37 triliun. sedangkan pertamina masih dalam proses evaluasi. Pemerintah mentargetkan keuntungan dari semua BUMN tahun 2010 sebesar 92.7 triliun. Angka ini cukup signifikan dibandingkan belanja pemerintah tahun 2010 yang berkisar 1.000 triliun. (disarikan dari Republika 3 Feb 10).