Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2024

Pajak UMKM

Beberapa waktu lalu, saya mengikuti training tentang perpajakan, khususnya untuk UMKM. Training diselenggarakan oleh PAKAR, dengan trainernya Frederick YGiovanni S, biasa di panggil Kak Gio. Tulisan ini tidak menjelaskan ulang seluruh materi pelatihan, hanya menampilkan butir-butir penting dari materi tersebut. Semoga dapat membantu pembaca yang sedang membangun usaha UMKM dan belum banyak mengetahui seluk beluk aturan pajaknya. Sistem pemungutan pajak ada 3, yaitu: Self assessment system. yaitu sistem yang wewenang pembayaran dan penentuan besaran pajak yang di bayar dilakukan oleh wajib pajak bersangkutan secara mandiri. contoh: pelaporan SPT Tahunan. Berlaku untuk PT, CV, OP Official Assessment System. yaitu sistem yang wewenang pembayaran dan penentuan pajak yang dibayar dilakukan oleh petugas pajak. contoh PBB. Berlaku untuk PT, CV, OP. Witholding System. yaitu sistem dimana pemerintah memberikan kepercayaan kepada wajib pajak untuk memotong pajak atas penghasilan yang dibayarkan

Masa Lalu Milik Tuhan Masa Depan Milik Kita

"Bahkan, tidak ada sebutir daun pun jatuh, kecuali dengan takdir Allah Swt" Begitulah tausyiah pada pengajian rutin Sabtu pagi di masjid perumahan kami. Pengajian pagi ini, memang sedang membahas tentang takdir dan ketentuan Allah Swt. Setelah pengajian selesai, seperti saya duga sebelumnya, banyak pertanyaan muncul dan waktu pengajian molor begitu lama. Kenapa jamaah sangat antusias? tentu saja super antusias. Karena mereka kebingungan, bagaimana dengan masa depan mereka? Ada beberapa pilihan jawaban yang mereka tunggu: Masa depan mereka, sepenuhnya ada di tangan mereka Masa depan mereka, sudah ditentukan dan mereka tinggal menunggu saja Masa depan mereka, sudah ditentukan, tapi dapat di rubah dengan usaha dan doa Sebagian besar penceramah menjawab dengan alternatif ketiga. Namun faktanya, jawaban ini selalu kurang memuaskan, dan sebagian dari kita, secara tidak sadar, memiliki mindset yang lemah dalam memperjuangkan masa depan. Pikiran bawah sadar mereka mengatakan, "t

Mengharap Rejeki dari Tuhan (Antara Usaha dan Doa)

Di sebuah kampung, sebut saja namanya Kampung Harapan, ada tiga orang bertetangga yang masing-masing berbeda persepsi dan cara berpikirnya mengenai rejeki dan nasib. Katakan saja orang pertama namanya Abdul, orang kedua namanya Andi dan orang ketiga namanya Acong. ( Kisah ini fiktif belaka, jika kebetulan ada kesamaan nama mohon di maafkan ). Di Kampung Harapan sudah beberapa bulan tidak turun hujan. Sebagian orang mulai gelisah karena pemenuhan air untuk kebutuhan dasar semakin sulit. Begitu juga dengan Abdul, Andi dan Acong, mereka mulai kesulitan mandapatkan air bersih dan berpikir mencari solusinya. Abdul adalah pribadi yang religious. Dia meyakini rejeki adalah urusan Tuhan, hamba tidak punya daya, termasuk urusan hujan. Menyikapi masalah kemarau panjang, Abdul berdoa setiap hari dan sholat Istisqa, memohon kepada Tuhan untuk di turunkan anugerah hujan.  Andi adalah orang umum kebanyakan. Dia bekerja dan menjalan kewajiban ibadah sebagaimana orang kebanyakan. Terkait kemarau panja

Sukses Bangun Bisnis dengan Digital Marketing

Sekitar sepuluh tahun yang lalu, saya terkejut dengan gaya marketing Rumah Makan Pringsewu. RM Pringsewu membangun beberapa restoran di sepanjang pantura, masing-masing berjarak sekira 100 kilometer. Di masa libur lebaran, dimana pemudik dari Jabotabek tumpah ke Jawa, RM Pringsewu membuat kampanye yang luar biasa. Sebagai informasi, pada saat itu jalan tol baru sebatas sampai Cikampek, selanjutnya ke arah timur pemudik harus melewati jalan pantura. RM Pringsewu sudah memasang banner mulai pemudik keluar Cikampek, sepanjang pantura untuk restorannya yang berada di Indramayu. Setelah melewati Indramayu, RM Pringsewu kembali pasang banner sepanjang pantura untuk restorannya yang berada di Brebes. Setelah lewat Brebes, banner kembali berderet sepanjang pantura untuk restoran yang berada di Comal, dan seterusnya. Praktis sepanjang pantura dari Cikampek sampai Jogja dipenuhi oleh banner RM Pringsewu. Berbeda dengan era sebelumnya, generasi digital saat ini punya cara yang berbeda untuk memba