Langsung ke konten utama

Postingan

Natural Leader

Natural Leader adalah judul buku terjemahan. Judul aslinya adalah Why some people lead, why some people follow, and why it matters. Buku keren ini ditulis oleh Mark Van Vugt and Anjana Ahuja, tahun 2010. Edisi terjemahan dicetak pertama kali oleh Gramedia tahun 2015 setebal 331 halaman. Sesuai dengan judul aslinya, buku ini mengupas secara filosofis, kenapa dalam suatu komunitas selalu muncul pemimpin dan sekaligus pengikut. Kepemimpinan adalah bagian tak terpisahkan dari komunitas (atau kumpulan) manusia. Kepemimpinan muncul bersamaan dengan kebutuhan manusia untuk bertahan hidup dan ber-reproduksi. Tanpa kepemimpinan, kelompok sosial manusia tidak akan bertahan dan punah. Dengan kepemimpinan itulah, manusia menemukan cara untuk bertahan hidup dan berkembang. Karena dengan kepemimpinan itulah, mereka bisa saling koordinasi, mendapatkan orang terbaik, menggabungkan kekuatan dari orang-orang terbaik dan akhirnya bertahan dan reproduksi. Penulis menjelaskan teorinya melalui riset ...

Mindsets for Success

Kali ini saya akan mereview, atau lebih tepatnya meresume isi buku karya Awang Surya dengan judul Mindset for Success. Buku setebal 177 halaman ini sebetulnya sangat sederhana, dan isi yang disajikan juga sederhana. Seluruh isi buku ini, sepertinya merupakan ungkapan dari pikiran penulis yang sudah cukup makan garam dalam kehidupan. Nampaknya buku ini bukan merupakan buah riset atau penelitian yang mendalam.  Namun demikian, buku ini cukup bagus, karena dekat dengan kehidupan kita. Dan salah satu kelebihan buku ini adalah menampilkan quotes yang relatif banyak dan faktual. Buku ini kami rekomendasikan bagi anda yang ingin membaca buku ringan. Pada bagian awal, buku ini menjelaskan, kepada lebih banyak orang bernasib buruk? Nasib buruk bukan karena kodrat Tuhan, atau karena kesalahan orang lain, namun karena kesalahan kita sendiri. Kesalahan tersebut di bagi menjadi 4 kelompok, yaitu: Kesalahan pikiran, meliputi:pikiran menentukan nasih, pikiran akan menarik sega...

Sukses Menjual dengan 4P

Kami meyakini, kuantitas dan kualitas marketer adalah kunci utama percepatan penetrasi broadband. Kenapa? Karena operator tidak mungkin membangun jaringan fixed broadband yang menjangkau seluruh coverage seperti halnya seluler. Operator pasti akan memilih coverage yang layak secara bisnis dan memberikan keuntungan yang optimum. Artinya, coverage fixed broadband akan selalu terbatas, dan itu artinya, push channel, seperti marketer, akan selalu menjadi channel terkuat. Berangkat dari keyakinan tersebut, untuk mempercepat penetrasi fixed broadband, kami melakukan rekrut marketer dalam jumlah masif. Pagi ini, puluhan calon marketer masuk kelas training perdana, sebelum mereka diterjunkan ke lapangan. Saya mendapat kesempatan pertama untuk memberi bekal kepada mereka, bagaimana mencapai sukses menjual fixed broadband. Saya sampaikan 4 hal penting yang perlu mereka bangun untuk menggapai sukses menjual. Agar mudah mengingat, saya sebut saja 4P: Pribadi, Passion, Produk, Pertemanan...

Mbak Siti Pulang Kampung

Sepuluh tahun lalu saya bangun rumah di sebuah komplek di Pondokgede. Saya krasan tinggal di perumahan tersebut, karena suasana dan kerukunan warganya. Salah satu yang terkesan sampai sekarang adalah penjual sayur Mbak Siti. Dia berasal dari kota asalku, sehingga wajar, dia tahu betul jenis masakan dan bumbu yang dibutuhkan untuk masakan kampung halaman. Istriku menjadi pelanggan tetap Mbak Siti. Salah satu alasannya, karena sering dapat bonus berupa resep masakan kampung halaman. Maklum istriku tidak jago masak, di waktu itu. Padahal, selain Mbak Siti, masih ada pedagang sayur lain yang lebih lengkap dagangannya dan terlihat lebih laris. Menjelang lebaran tahun lalu, Mbak Siti datang ke rumah dan pamitan, "ibu, saya mau pamit pulang kampung, dan tidak kembali dagangan sayur". Sontak istriku kaget, dan nanya, "Lho, kenapa Mbak?". Mbak Siti menjawab, "sudah nggak kuat, bu. Barang-barang di Jakarta makin mahal, untung sayuran sudah nggak cukup lagi...

Leaders Eat Last

Berawal dari googling tentang leadership, saya mendapatkan banyak review positif perihal buku ini. saya coba lihat di Amazon, ternyata memang laris. Saya tergerak untuk membeli online. Wait...saya coba googling di toko buku lokal, eh...ternyata ada. Buku ini ditulis oleh Simon Sinek, terbit Februari 2017. Orang ini cukup populer di You Tube, karena ceramahnya tentang Leadership banyak di tonton orang. Terutama ceramah di forum TED Talk. Berikut adalah cuplikan kalimat-kalimat keren dalam buku tersebut. When the people have to manage dangers from inside the organization, the organization itself becomes less able to face dangers from outside. Agar perusahaan mampu menghadapi berbagai tantangan eksternal, perusahaan harus mempu memberi saya aman, the circle of safety, kepada seluruh pegawai dan sistem di dalamnya. Every single employee is someone's son or someone's daughter. Like a parent, a leader of a company is responsible for their precious lives. Treat people like ...

Benarkah Millenial Membingungkan?

Banyak diskusi dan seminar, baik lokal maupun internasional, yang diselenggarakan khusus untuk mendalami karakter generasi millennial. Seminar diselenggarakan dari berbagai lembaga, baik profit maupun non-profit. Hal ini wajar, karena semua pihak berkepentingan terhadap generasi millennial. Mereka adalah generasi penerus dan sekaligus pemimpin masa depan. Tak terkecuali industri dan dunia usaha. Banyak perusahaan sedang galau, bagaimana mengelola generasi meillenial agar tetap produktif di tempat kerja, dan bagaimana menyiapkan mereka menjadi pemimpin perusahaan di masa mendatang. Berikut beberapa pandangan mengenai generasi millennial, yang penulis kutip dari pakar ilmu leadership Simon Sinek melalui bukunya Leader Eat Last . Karakteristik Generasi Millenial: Inclusive and more accepting of people who are different form them . Mereka lebih terbuka dan toleran terhadap perbedaan, baik gender, suku, ras, agama dan sejenisnya. Working be worth more than the money ....

Inspirasi dan Semangat Altet Asian Para Games 2018

Sebagian besar kita, mungkin melihat sebelah mata kepada para penyandang disabilitas. Maklum, karena yang kita lihat setiap hari adalah mereka yang mengemis di pinggir jalan, tukang pijat urut, dan profesi sejenisnya. Begitu pun persepsi saya pada awalnya. Namun gelaran ini, Asian Para Games 2018, telah merubah pandangan saya. Mereka, para atlet Asian Para Games 2018, memang tidak sempurna secara fisik, namun mereka mendekati sempurna dalam cita-cita, semangat, ambis dan menatap masa depan. Mereka tidak memelas, tidak minta dikasihani. Mereka justru semangat menaklukan lawan, menjadi juara dan pahlawan bangsa. Semangat yang perlu di acungi jempol, semangat yang patut menjadi inspirasi dan motivasi, bagi kita semua. Semoga video ini menjadi kenangan yang mampu membangkitkan semangat kita untuk tidak cengeng menghadapi kehidupan.