Langsung ke konten utama

Postingan

Liburan Keluarga di Kuala Lumpur

Masjid Putra Kunjungan Kuala Lumpur kali ini merupakan yang ke sekian kalinya, tapi menjadi yang pertama kali untuk liburan keluarga. Liburan keluarga selalu mendapatkan pengalaman yang berbeda dibandingkan liburan bersama teman kantor, apalagi jika dibandingkan dengan perjalanan dinas. Seperti biasanya, kami memilih untuk ''berjalan sendiri", tanpa bantuan agen travel atau pun guide lokal. Otomatis, saya akan menjadi EO sekaligus guide-nya. Kami sudah pesan tiket jauh hari, agar keluarga merasa nyaman dan tentu saja agar harga tiket lebih miring. Kami mendapat tiket Malaysia Airline PP sekitar 1,7 juta rupiah, karena berdekatan dengan liburan Natal. Jika waktu kunjungan jauh dari liburan bersama, mungkin bisa mendapatkan tiket lebih hemat. Untuk akomodasi, kami pilih tengah kota, agar mudah jalan kaki kemana pun, dan tentu saja dekat dengan Petronas Twin Tower. Tidak usah kawatir harga mahal, buktinya saya mendapatkan hotel butik yang sangat nyaman, denga...

Interkoneksi Tidak Penting Lagi

"Sebaiknya Pak Rudiantara menghormati permintaan Komisi I DPR yang menyarankan penundaan keluarnya PM sebelum aspirasi semua pihak diserap,". Sebelum peraturan interkoneksi berlaku mulai 1 September, sangat diharapkan Menkominfo memperhatikan saran di atas, yang disampaikan oleh Direktur Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Informasi (LPPMI), Kamilov Sagala, sebagaimana dikutip detiknet (25/8). Bahkan, jika memperhatikan azas manfaat dan mudharatnya, serta tren masa depan, sebenarnya peraturan interkoneksi tidak lagi mendesak untuk dibicarakan, apalagi di revisi. Banyak hal lebih penting yang perlu menjadi fokus kementrian dan operator saat ini. Berikut penjelasan lebih lengkap. Pendapatan Suara Cenderung Turun Pada awal kemunculan seluler, pendapatan operator bergantung kepada layanan suara. Setelah layanan SMS muncul, kontribusi suara perlahan menyusut. Saat ini, layanan data menjadi primadona, dengan pertumbuhan pendapatan yang semakin besar....

Satu Hari di Kuala Lumpur

Tidan harus menunggu libur tiga atau lima hari untuk berkunjung ke Kuala Lumpur, karena sehari pun cukup. Pergi ke Kuala Lumpur nggak ada bedanya dengan pergi ke luar Jawa. Tarif pesawat hanya sejutaan, waktu jalan kurang dari dua jam, proses imigrasi begitu cepat, dan tentu saja karena suasana di Kuala Lumpur tidak berbeda jauh dengan Jakarta. Tarif hotel juga relatif sama dengan Jakarta. Bahasa pun tidak berbeda. Hanya satu saja bedanya, kamu perlu bawa pasport. Jika kamu ingin sedikit refreshing, menikmati weekend keluar Jakarta, ggak perlu susah-susah nyusun itenerari yang rumit. Cukup buka internet, booking Airlines, booking hotel, dan go away. Hotel Tarif hotel relatif sama dengan Jakarta. Di tengah kota cenderung lebih mahal, sebaliknya semakin jauh pusat kota tarif semakin turun. Tidak perlu ragu cari hotel di tengah kota, karena ternyata banyak yang masih terjangkau. Contohnya hotel Leapple. Letaknya hanya dua ratus meteran dari Twin Tower, dekat stasiun kereta, fa...

Family Trip to Singapore

Travelling to Singapore is a usual thing. I have visited it many times, perhaps more than seventh. But recent trip looks different, because i brought all my family (11 persons), from 7 year old to 70s. Without agency, we explore Singapore with fun. Thank god for the convenience and safety until we arrived in the homeland. Many said, photo would tell own story, so...these are the story of the Singapore : Other Photographs, klick link below: https://www.dropbox.com/sh/ty043dnf4skz02f/AAAbwV3tlG178mieSsey8GEPa?dl=0

Tak Perlu Genderang Perang

Cuma IM3 Ooredoo Nelpon Rp 1/Detik Telkomsel? Gak Mungkin. Bagai mimpi di siang bolong. Tiada angin, tiada hujan, tiba-tiba muncul iklan menohok. Inilah kali pertama, sepanjang sejarah industri seluler, sejak 1993, terjadi serangan langsung dari operator kepada yang lain. Nggak tanggung-tanggung, yang diserang adalah pemimpin pasar, dan penyerang adalah runner-up . Meskipun tidak setajam ini, pada periode tahun 2010-an, banyak operator saling serang, namun pada umumnya sesama operator kecil, yang berebut pelanggan baru. Sedangkan kali ini, obyek serangan adalah market leader, dengan jumlah pelanggan 152,6 juta (2015), penguasa lebih dari 45% market share . Wajar, jika banyak pihak terkaget-kaget, menjadi topik hangat media, dan mengundang minat penulis untuk ikut berkomentar. Banyak pihak menyebut iklan ini termasuk kategori kasar, melanggar etika umum, karena menyebut secara langsung nama pesaing. Tentu hal ini menjadi materi kajian lebih lanjut oleh insti...

Fakta dan Tantangan Broadband

Menjelang keberangkatannya ke Silicon Valley bulan lalu, Menkominfo telah mengumumkan sederet mimpi untuk Indonesia 2020, antara lain The largest digital economy in the region , nilai e-commerce tembus USD 130 miliar dan jumlah teknopreneur sebanyak 1.000 startup. Mimpi yang Fantastis!. Namun bukan berarti tidak realistis. "Ini sebuah mimpi, tapi realistis. Untuk menerapkan ini kita butuh teknopreneur, inkubator, mentor, pendanaan apakah itu dari venture capital atau dari angel investor". Demikian pernyataan Menkominfo, seperti dikutip Detikinet (21/10). Apakah itu sudah cukup? Belum. Pernyataan tersebut baru sebagian dari application , sedangkan yang dibutuhkan, paling tidak tiga hal, device , network dan application , atau DNA. Dari tiga hal di atas, yang paling berat bagi Indonesia adalah network , karenanya, menjadi fokus tulisan ini. Bagi industri telekomunikasi, peran network atau jaringan internet bagiakan jalan raya. Kondisi jalan raya yang ambura...