Langsung ke konten utama

Postingan

Fakta dan Tantangan Broadband

Menjelang keberangkatannya ke Silicon Valley bulan lalu, Menkominfo telah mengumumkan sederet mimpi untuk Indonesia 2020, antara lain The largest digital economy in the region , nilai e-commerce tembus USD 130 miliar dan jumlah teknopreneur sebanyak 1.000 startup. Mimpi yang Fantastis!. Namun bukan berarti tidak realistis. "Ini sebuah mimpi, tapi realistis. Untuk menerapkan ini kita butuh teknopreneur, inkubator, mentor, pendanaan apakah itu dari venture capital atau dari angel investor". Demikian pernyataan Menkominfo, seperti dikutip Detikinet (21/10). Apakah itu sudah cukup? Belum. Pernyataan tersebut baru sebagian dari application , sedangkan yang dibutuhkan, paling tidak tiga hal, device , network dan application , atau DNA. Dari tiga hal di atas, yang paling berat bagi Indonesia adalah network , karenanya, menjadi fokus tulisan ini. Bagi industri telekomunikasi, peran network atau jaringan internet bagiakan jalan raya. Kondisi jalan raya yang ambura...

Smart City 2.0: Tak Sekedar Teknologi Mahal

Jika tujuan akhir smart city adalah memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan membuat warga kota lebih bahagia dan terpuaskan, maka smart city harus mengadopsi dan mengembangkan teknologi yang memanfaatkan keterampilan dan pengetahuan warganya, yaitu dengan mendefinisikan kembali smart city sebagai people-centred smart cities , atau smart cities 2.0. Hackathon Merdeka 2.0, yang diselenggarakan minggu lalu di 28 kota, merupakan embrio smart cities 2.0, sekaligus sebagai cara cerdas melibatkan dan memanfaatkan kreatifitas dan ketrampilan warga untuk menyelesaikan problematika kota yang mereka hadapi setiap hari. Smart Cities 2.0 Setelah dua dekade berjalan, gelombang smart city menggelinding semakin besar. Ribuan kota di dunia telah berkomitmen merancang smart city. China merencanakan 193 kota, sementara India menyebut 100. Smart Cities World Forum memprediksi akan muncul lebih dari 50 ribu smart cities, tidak hanya di Negara besar, namun semua benua, termasuk I...

Lindungi Anak dari Kejahatan Internet dan Hape

“Pa, saya sudah pusing ngadepin anak-anak tuh. Siang, sore, malam nggak habis-habisnya main hape . Di suruh mandi, makan, sholat susahnya minta ampun. Bahaya buat kesehatan lho! Apalagi kalau nonton yang enggak-enggak!. Gimana dong, cepetan cari solusi Pa!”, Demikian kerisauhan seorang ibu dengan tiga anak laki-laki, satu di tingkat SMA dan dua masih SD. Kekawatiran di atas bukanlah milik Si Ibu semata. Jutaan ibu dan ayah di Indonesia, bahkan di dunia pasti merasakan hal yang sama. Sangat wajar, karena Si Kecil adalah anugerah terindah dalam keluarga. Semua orang tua pasti ingin melindungi, membesarkan dan memberikan yang terbaik untuk Si Kecil. Resiko Berlama-lama dengan Hape Seperti halnya Si Ibu di atas, seringkali orang tua tidak berdaya mengendalikan anak-anak mereka bermain hape dan komputer. Perangkat elektronik ini telah menjadi bagian penting dari kehidupan keluarga dan anak-anak. Tidak hanya di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia. Studi yang dilakuk...