Skip to main content

Posts

Sejarah Nabi dan Agama Perlu ditinjau Kembali

Sejarah nabi dan agama telah di tulis oleh banyak ahlinya pada masa kuno. Baik sejarah agama Islam, Kristen, Yahudi dan seterusnya. Beberapa penulis sejarah agama Islam ternama masa lalu antara lain : Wahab bin Munabbih, wafat 114 H Al-Imam Ali bi Hamzah al-Kasai an-Nahwi, wafat 189 H Sahl bin Abdullah at-Tustari, wafat 283 H Al-Amin al-Mukhtar Izzul Malik Muhammad bin Abdul Malik al-Musabbihi, wafat 420 H dan (mungkin) yang paling terkenal adalah Ibnu Katsir, atau Ismail bin Umar al-Qurasyi bin Katsir bin Dhau bin Katsir bin Zara al-Bashri ad-Dimasqa, al faqih asy-syafii, Imaduddin al-hafizh Abu al-FIda, wafat 774 H. Membaca kisah dalam buku para ahli sejarah masa lalu, membawa pemikiran lebih jauh, yaitu keselarasan antara kisah dalam buku tersebut dengan sejarah manusia yang disimpulkan oleh para ilmuwan sejarah masa kini. Beberapa ketidakselarasan tersebut bisa dipahami, karena ilmuwan sejarah masa kini memiliki beberapa pandangan baru yang tidak dimiliki oleh sejarawan semasa Ibnu
Recent posts

The Leader Who Had No Title

The Leader Who Had No Title, adalah buku yang cukup ringkas, karena hanya 260 halaman (versi bahasa Indonesia), mudah di baca dan dipahami, mudah di summary-kan dan di ingat pokok materinya. Namun demikian, buku ini betul-betul saya rekomendasikan untuk Anda semua, karena pokok materinya yang sangat bagus, dan banyak sekali memuat kalimat-kalimat inspiratif. Anda dapat menjadikan buku ini sebagai pedoman praktis untuk terus mengembangkan diri, memupuk kepemimpinan diri, sekali pun Anda bukan seorang pimpinan formal. Buku ini di tulis oleh konsultan kepemimpinan ternama dunia, Robin Sharma, pada tahun 2010. Selanjutnya diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh Bentang Pustaka pada Januari 2019. Pada bagian akhir buku ini, Anda bisa mendapatkan berbagai referensi dan komunitas tentang kepemimpinan yang membantu Anda belajar lebih lanjut tentang kepemimpinan tanpa jabatan. Pelajaran Pertama . Kita tak butuh jabatan untuk menjadi pemimpin. Berikut adalah langkah yang perlu Anda lakukan unt

Akankah Poligami Populer

Saat ini, terutama di lingkungan sekitar kita, di negara kita dan utamanya di negara yang mengikuti kehidupan barat, Poligami memang menjadi kehidupan yang relatif tabu. Kenapa demikian?  Saat ini laki-laki dan perempuan relatif memiliki kekuatan yang hampir sama untuk bisa mencari nafkah dan memberi penghidupan kepada keluarga. Hampir semua pekerjaan terbuka secara luas dan setara, baik laki-laki maupun perempuan. Mereka punya kesempatan yang sama untuk mendapatkan pekerjaan dan membangun karier yang sepadan. Kaum perempuan mempunyai kemandirian yang cukup untuk menghidupi diri dan mungkin keluarganya. Pada kondisi demikian, kaum perempuan tidak terlalu bergantung kepada laki-laki. Kaum laki-laki setara dengan kaum perempuan, karena-nya poligami tidak lagi relevan. Apakah suatu saat, kondisi ini bisa berubah? mungkin saja. Yaitu ketika terjadi guncangan besar terhadap populasi atau sosial politik suatu Bangsa. Menurut Yuval Noah Harari, dalam bukunya Homo Deus, sepanjang sejarah manus

Dalan Bayine Dewe-dewe

"Ora usah kemrungsung, wis ono dalan bayine dewe-dewe" (terjemah: nggak usah panik, sudah ada jalan lahirnya masing-masing), demikian chat di WA Grup yang ditulis berulang kali oleh seorang teman. Kalimat ini sangat bijak, dan memang demikianlah yang sering disampaikan oleh para penceramah agama. Jika engkau membuka tafsir Al-Quran, hampir saya pastikan, engkau akan membuat kesimpulan yang sama. (lihat tafsir Al-Quran tentang takdir pada link berikut,  klik di sini ). Lalu apa masalahnya? Saya melihat suatu masalah, ketika kalimat ini dijadikan pedoman hidup bagi orang yang belum pantas, yaitu orang yang hidupnya kurang beruntung dalam segala aspeknya (baik aspek ekonomi, pendidikan, prestasi, dst). Norma ini secara tidak sadar akan menurunkan kerja keras, daya juang, dan motivasi. Jika norma ini menjadi keyakinan komunitas, maka daya juang rendah tidak hanya diderita oleh perseorangan, namun melanda suatu komunitas dalam jumlah yang besar. Dampaknya adalah keterbelakangan, k

Pergeseran Agama dari Animisme sampai Komputerisme

Covid-19 telah mengacaukan seluruh bangsa, seluruh agama, seluruh negara, seluruh dunia. Sampai hari ini (29/06/20), 10   juta orang dinyatakan positif dan ½ juta dinyatakan meninggal dunia. Virus yang diduga berasal dari Wuhan China ini, tidak semata berdampak terhadap penyakit dan kematian, namun telah membuat kepanikan umat manusia, pemberhentian hampir semua aktifitas, pelemahan ekonomi dan perubahan budaya global. Saking dahsyatnya dampak pandemi ini, banyak tokoh dunia memprediksi, Covid-19 berdampak terhadap kehidupan dan masa depan generasi milenial. Ada hal sangat aneh yang kita alami pada masa pandemi Covid-19 ini. Mungkin Anda tidak menyadari, tapi saya akan tunjukkan melalui tulisan ini.   Politeisme Pada jaman manusia purba, mereka hidup menyatu dengan alam. Manusia ini, yang terdiri dari berbagai macam spesies, hidup sejak 2,5 juta sampai sekitar 10 ribu tahun yang lalu. Mereka mendapatkan makanan dengan berburu atau mengambil langsung dari pepohonan di sekitarnya

Betulkah Kita Keturunan Nabi Adam AS

Betulkah kita kuturunan Nabi Adam AS? Saya terusik dengan pertanyaan ini, dan saya yakin banyak diantara pembaca juga merasakan hal yang sama. Kenapa demikian? Karena fakta-fakta yang kita pahami, menunjukkan hal yang berbeda. Dan tentu saja, berbagai penemuan ilmuwan semakin mengaburkan keyakinan tersebut. Namun demikian, tidak banyak diantara kita yang berani menjawab pertanyaan di atas. Lebih banyak diantara kita mengambil sikap diam dan menerima, toh tidak banyak maknanya bagi kehidupan kita yang sudah rumit. Mencoba menggali jawaban, hanya membuat kehidupan semakin ruwet. Apalagi, sebagian besar dari kita tidak punya ilmu dan sumber bacaan yang cukup untuk menggali sejarah yang sebenarnya. Tulisan singkat ini, mungkin tidak memuaskan pembaca, namun semoga mampu memotivasi untuk berani menggali jawaban yang lebih komprehensif dan akurat. Manusia Purba Pertama Keberadaan spesies manusia di Bumi telah terdeteksi sejak sekitar 2,5 juta tahun yang lalu, di sekitar Afrika Timur [ klik ]

Homo Deus

Buku Homo Dues adalah kelanjutan dari buku Homo Sapiens, yang sangat fenomenal, menjadi best seller international, di cetak dalam puluhan bahasa dan terjual puluhan juta di seluruh dunia. Buku luar biasa ini ditulis oleh seorang profesor muda, ahli sejarah dunia, kebangsaan Israel, Yuval Noah Harari. Buku ini saya sebut luar biasa, bukan saja karena prestasi penjualannya di seluruh dunia, tapi karena saya telah membaca dan merasakan sendiri kedalamannya. Buku ini, seperti halnya Homo Sapiens, sangat inspiratif, berwacana luas, dan ditulis dengan gaya bahasa populer yang sangat enak dibaca, seperti mengikuti novel. Buku Homo Sapiens menjelaskan sejarah mula manusia, sejak pertama hidup di muka bumi pada 2,5 juta tahun yang lalu, hingga hari ini. Sedangkan buku Homo Dues menguraikan prediksi penulis, akan kemana arah kehidupan manusia di masa mendatang? Berikut resume dari buku setebal 500 halaman ini. Pada periode sebelum hari ini, manusia berjuang melawan tiga musuh bebuyutannya,