Setelah Nabi Ibrahim AS bersama rombongan pergi ke Mesir bertemu Firaun Akhtoy III dari dinasti ke sepuluh pada tahun 2.085 SM, rupanya makin banyak orang dari kawasan Israel, semit barat, dan sekitarnya, yang berdatangan dan hidup di Mesir. Mesir menjadi pilihan, karena kecukupan air dan kemakmuran, berbalik kondisinya dengan Semit Barat yang sedang mengalami kekeringan dan kelaparan. Setelah bertahun-tahun hidup di Mesir, mereka mulai diterima oleh masyarakat setempat. Wajar, jika akhirnya pada sekitar tahun 1.850 SM, Nabi Yusuf AS, sebagai rakyat pendatang, berhasil memperoleh kepercayaan sebagai salah satu pejabat Mesir dinasti kedua belas, oleh Firaun Senusret I, II atau III, yang bertempat di ibu kota kerajaan Itj-taway. Selain rombongan Nabi Ibrahim AS, yang disebut sebagai bangsa Ibrani, pendatang dari utara, Semit Barat, yang juga mendapat kepercayaan dan hidup di Mesir adalah bangsa Hyksos. Namun sayang, orang-orang ini menjadi makin berambisi, dan akhirnya membangun dina...