Langsung ke konten utama

Postingan

http://m.detik.com/read/2011/04/29/160657/1628735/328/xl-raup-laba-rp-756-miliar-dan-393-juta-pelanggan . XL mengumumkan kinerja periode triwulan pertama 2011 dengan posisi cemerlang. Pendapatan mencapai Rp. 4.5 triliun dan laba bersih Rp. 786 miliar, dengan EBITDA margin stabil 52%. XL menyisakan hutang sebesar Rp.9.1 triliun. Dari angka-angka ini XL nampak lebih kinclong dibanding Indosat. Dengan pendapatan yang hampir sama, XL membukukan laba hampir dua kali Indosat. Tentu saja, hal ini disebabkan juga karena hutang Indosat yang hampir 2.5 kali dibanding XL. Jumlah pelanggan 39.5 juta, dengan pelanggan broadband 850 ribu. Angka ini layak kita pertanyakan, pasalnya di akhir 2010 XL melaporkan jumlah pelanggan sebanyak 40.5 juta. Kenapa triwulan ini justru turun?

Kinerja Indosat Triwulan I 2011

http://m.detik.com/read/2011/04/29/154303/1628704/328/indosat-catat-laba-rp-453-miliar-naik-63 . Pada triwulan pertama tahun ini, Indosat mengumumkan pencapaian pendapatan sebesar Rp. 4.87 triliun, dan keuntungan bersih Rp. 453.9 miliar, dengan menyisakan hutang sebesar Rp.23.9 triliun. Jumlah pelanggan dibukukan sebanyak 45.7 juta, dengan pelanggan broadband 543.2 ribu.

Kinerja XL Cemerlang

http://www.bisnis.com/market/saham/20133-xl-axiata-bagi-dividen-rp91148-miliar . Operator yang mengambil strategi harga murah ini ternyata menuai sukses besar. Tahun 2010 lalu XL menunjukkan kinerja cemerlang. Pendapatan mencapai Rp.17.46 triliun, untung bersih mencapai Rp.2.98 triliun dengan jumlah pelanggan 40.5 juta, 750 ribu diantaranya adalah Blackberry. Dengan kinerja kinclong tersebut, tahun ini XL membagi deviden sebesar Rp.911 miliar, dan mengalokasikan Capex sebanyak 5 triliun yang sepertiganya digunakan untuk investasi layanan data.

XL Blackberry Capai 830 ribu

http://www.bisnis.com/industri/telematika/21697-xl-tambah-bandwidth-ke-rim . XL kembali menambah bandwith ke RIM sampai 1.6 GBps. Sampai saat ini pelanggan BB sudah mencapai 830 ribu. XL juga menargetkan pelanggan iPhone 100 ribu. Layanan data telah menyumbang pendapatan XL sebanyak 9 persen, jika ditambah dengan VAS telah mencapai 18 persen.

Revolusi Messaging

http://m.kompas.com/tekno/read/2011/04/25/13090688/sang-pembunuh-blackberry-messenger . Bermula dari sekedar menggunakan telepon, berevolusi dengan kemunculan sms. Cukup booming selama beberapa tahun, sms mulai digeser instan messaging, tentunya yang paling ngetop adalah BBM. Pada saat yang bersamaan, dari dunia internet muncul YM dan GTalk, yang sama mudahnya untuk digunakan pake ponsel. Saya berpendapat YM dan GTalk jauh lebih powerfull dibanding BBM. Tapi anehnya, di Indonesia ini justru BBM lah yang populer. Why? Saya yakin ini berhubungan dengan life style atau lebih tepatnya status sosial. Setelah BBM, YM dan GTalk, kini evolusi berlanjut kepada sistem yang lebih ok, sementara dikenalkan dengan nama whatsapp. Aplikasi ini bisa digunakan lintas platform tanpa user id. Anda tertarik? Silahkan klik http://m.whatsapp.com

Telkom Ingin Akuisisi Operator Kamboja

http://m.detik.com/read/2011/04/26/194809/1626237/328/telkom-ingin-segera-kuasai-operator-kamboja . Telkom berencana mengambil saham mayoritas operator GSM terbesar di Kamboja, CamGSM. Rencana Telkom untuk menjadi operator global memang sudah dicetuskan cukup lama. Dua tahun lalu Komut Tanri Abeng sudah ngotot mengakuisisi operator di Iran dan Vietnam, tapi aksinya belum kesampaian. Ekspansi Telkom keluar negeri memang menjadi keharusan. Tidak bisa tidak, jika Telkom ingin eksis. Pasalnya, pasalnya saat ini Telkom memang menjadi operator terbesar di Indonesia, tapi jangan lupa pesaing Telkom adalah para pemain global yang tangguh. Indosat di kendalikan QTel, XL dikendalikan Axiata, Three dikendalikan Hutchinson, dan seterusnya. Jika Telkom hanya bermain di wilayah domestik, sama artinya Telkom menunggu waktu kejatuhannya.