Skip to main content

Betulkah Tuhan itu Ada (1)

Sejak sekolah di Ibtidaiyah saya sudah belajar agama Islam, bahkan telah belajar dan mencoba, dengan sedikit keberanian, mazhab lain seperti Wahabi dan syi'i, meskipun akhirnya merasa nyaman dan kembali dengan mazhab lama, yaitu syafi'iyah dan akidah asy'ariyah, serta sedikit bumbu tasawuf, atau orang sering menyebutnya golongan Nahdlatul Ulama tradisional.

Entah apa yang terjadi dalam bathin saya, tiba-tiba saja pikiran ini melayang dan berani merenungkan 'betulkah Tuhan itu ada, dan betulkah Tuhan campur tangan langsung dalam kehidupan manusia?'. Jika pertanyaan ini saya sampaikan kepada anak SD kelas VI sudah bisa aku tebak jawabannya, apalagi kalo ditanyakan kepada Pak Ustadz. Sepertinya mereka akan menjawab, Tuhan pasti ada, pasti satu jumlahnya, dan pasti maha kuasa. Buktinya alam ini terbentuk dengan sistim yang teratur. Mustahil jika keteraturan sistim sebagai akibat dari suatu kebetulan belaka tanpa sutradara yang mengendalikan keseluruhannya.

Saya tidak tahu apakah pikiran saya yang tiba-tiba mengembara ini sebagai bagian dari proses pendewasaan akidah atau justru pelemahan akidah. Jika ini merupakan pematangan akidah tentu sangat bagus bagi saya, karena akidah yang saya anut akan bergerak menuju kedalaman yang lebih baik. Tentu saja saya berharap demikian, karena Rosul Saw pun merasakan hal yang hampir serupa pada usia yang hampir sama, dan akhirnya Allah Swt memberi petujuk pada usianya yang ke-40. Namun jika hal ini merupakan pelemahan akidah, tentu saya kawatir, jangan-jangan saya bakal terperosok ke jurang yang mengerikan.

Apa yang perlu saya lakukan?

Saya pertimbangkan dengan sangat seksama, dan dalam tempo yang cukup lama. Akhirnya saya putuskan, saya akan teruskan pengembaraan ini dengan kehati-hatian dan kesabaran. Semoga kelak saya menemukan akidah berbentuk permata yang muncul dari perenungan mendalam, bukan akidah yang terbaca dari buku atau disampaikan oleh penceramah.

Comments

Popular posts from this blog

Ayat-Ayat Al-Quran Tentang TAKDIR

***57:22*** 22. Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

***6:59*** 59. Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)"

***3:154*** 154. Kemudian setelah kamu berdukacita, Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari pada kamu [241], sedang segolongan lagi [242] telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri, mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah [243]. Mereka berkata: "Apakah ada bagi kita barang sesuatu (ha…

Penguatan Ekonomi Rakyat melalui Zakat (eBook)

Dalam komunitas global kita mengenal ekonomi kapitalis dan sosialis. Ekonomi kapitalis adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian seperti memproduksi barang, manjual barang, menyalurkan barang dan lain sebagainya. Sedangkan ekonomi sosialis adalah suatu sistem perekonomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah.

Komunitas domestik juga mengenal beberapa istilah ekonomi, seperti ekonomi gotong-royong dan sebagainya. Namun sesungguhnya, sejak jaman Rosulullah, Islam telah mengenalkan sistem ekonomi, yang mana pondasinya telah dibentuk melalui syariat zakat. 

eBook ini tidak menjelaskan sistem ekonomi, namun terbatas pada dasar-dasar syariat zakat yang mempunyai potensi dikembangkan menjadi pilar-pilar ekonomi rakyat. Selamat membaca, semoga bermanfaat.

Download di link berikut, GRATIS

Penguatan Ekonomi Rakyat …