Skip to main content

Leadership Mission

Pada suatu sesi sharing session dengan seluruh staf di kantor, seseorang tanya, "Pak, apa yang diharapkan dari kepemimpinan Bapak di unit ini?".

Saya sempat kaget dengan pertanyaan yang sangat bagus ini. Setelah sejenak berpikir, saya jawab pertanyaan tersebut sampai beliau merasa puas. Sepulang dari kantor, saya tidak bisa lepas dari pertanyaan tersebut, terus terngiang di kepala. Akhirnya saya renungkan pertanyaan tersebut dan saya rangkum dalam bingkai visi kepemimpinan.

Berikut visi kepemimpinan saya pada setiap tugas yang di amanatkan:

Mengembangkan Organisasi. Saya harus memegang visi, membawa unit atau organisasi yang saya pimpin berkembang jauh lebih maju. Jangan sampai, organisasi jalan di tempat, karena jika demikian, keberadaan saya sama saja dengan ketiadaannya.

Mengembangkan Orang-orang di dalamnya. Pemimpin selalu memimpin orang, bukan mengelola mesin. Harus menjadi misi dan tugas saya untuk mengembangkan orang-orang yang bekerja dalam organisasi tersebut. Kemana arah pengembangannya, tergantung kepada jenis organisasinya. Dalam organisasi bisnis seperti di kantor, saya berkewajiban mengangkat staf saya untuk bisa promosi dan memegang tanggung jawab yang lebih besar. Pada organisasi masjid, saya berkewajiban memberi kesempatan kepada mereka untuk mempersembahkan pengabdian yang lebih luas, dan seterusnya.

Membangun Persahabatan. Yang lebih penting dari persahabatan ini adalah persahabatan setelah kepemimpinan berakhir. Jika mereka tetap bersahabat dengan saya setelah kepemimpinan saya, berarti kepemimpinan saya sukses. Sebaliknya, jika mereka membenci saya, itu artinya saya gagal dalam memimpin mereka.

Comments

Popular posts from this blog

Ayat-Ayat Al-Quran Tentang TAKDIR

***57:22*** 22. Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

***6:59*** 59. Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)"

***3:154*** 154. Kemudian setelah kamu berdukacita, Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari pada kamu [241], sedang segolongan lagi [242] telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri, mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah [243]. Mereka berkata: "Apakah ada bagi kita barang sesuatu (ha…

Penguatan Ekonomi Rakyat melalui Zakat (eBook)

Dalam komunitas global kita mengenal ekonomi kapitalis dan sosialis. Ekonomi kapitalis adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian seperti memproduksi barang, manjual barang, menyalurkan barang dan lain sebagainya. Sedangkan ekonomi sosialis adalah suatu sistem perekonomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah.

Komunitas domestik juga mengenal beberapa istilah ekonomi, seperti ekonomi gotong-royong dan sebagainya. Namun sesungguhnya, sejak jaman Rosulullah, Islam telah mengenalkan sistem ekonomi, yang mana pondasinya telah dibentuk melalui syariat zakat. 

eBook ini tidak menjelaskan sistem ekonomi, namun terbatas pada dasar-dasar syariat zakat yang mempunyai potensi dikembangkan menjadi pilar-pilar ekonomi rakyat. Selamat membaca, semoga bermanfaat.

Download di link berikut, GRATIS

Penguatan Ekonomi Rakyat …