Skip to main content

Jokowi's Cards

Immediately after Jokowi raised BBM prices, he launched three cards namely Health Card, Smart Card, and Welfare Card (Kartu Indonesia Sehat, Pintar and Sejahtera). The cards are a kind of direct aid for the poor. It is aimed to maintain purchasing power of people and level of welfare.

At first glance, it looks useful. Of course, people would welcome ecstatic, particularly the poor. They can use the money for anything they want. Hence, the program will raise goverment image. Goverment will get immense public support.

Is it really useful? To be honest, i have to say NOT. Why? These the reasons:

1. The program is going to maintain purchase power, and help people to buy fuel. But, it is only useful for a moment, short time. It does not effect economic in the mid and long term.

2. The program would endorse negative culture of people, specifically as a nation of beggars. Please take a look at a country in middle east. Citizens are rich, but we do not see any achievement from them. because The kingdom provide a lot of money every month to almost all people. Citizens do not have eager or passion to pursue something. They tend to be a lazy person.

What can be improved from this program?

1. The cards only being distributed to the poor, who really do not have any job, elders, widow and someone alike.

2. The rest of the money, it is better to be alocated to build infrastructure across the country, to encourage additional job and welfare.

Comments

Popular posts from this blog

Ayat-Ayat Al-Quran Tentang TAKDIR

***57:22*** 22. Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

***6:59*** 59. Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)"

***3:154*** 154. Kemudian setelah kamu berdukacita, Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari pada kamu [241], sedang segolongan lagi [242] telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri, mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah [243]. Mereka berkata: "Apakah ada bagi kita barang sesuatu (ha…

Penguatan Ekonomi Rakyat melalui Zakat (eBook)

Dalam komunitas global kita mengenal ekonomi kapitalis dan sosialis. Ekonomi kapitalis adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian seperti memproduksi barang, manjual barang, menyalurkan barang dan lain sebagainya. Sedangkan ekonomi sosialis adalah suatu sistem perekonomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah.

Komunitas domestik juga mengenal beberapa istilah ekonomi, seperti ekonomi gotong-royong dan sebagainya. Namun sesungguhnya, sejak jaman Rosulullah, Islam telah mengenalkan sistem ekonomi, yang mana pondasinya telah dibentuk melalui syariat zakat. 

eBook ini tidak menjelaskan sistem ekonomi, namun terbatas pada dasar-dasar syariat zakat yang mempunyai potensi dikembangkan menjadi pilar-pilar ekonomi rakyat. Selamat membaca, semoga bermanfaat.

Download di link berikut, GRATIS

Penguatan Ekonomi Rakyat …