Skip to main content

Terapi Berpikir Positif


Penulis: Dr. Ibrahim Elfiky

Buku best seller internasional ini mengajak dan menjelaskan kepada kita bagaimana kita dapat selalu berpikir positif untuk kebaikan kita sendiri. Hanya dengan berpikir positif kita akan diterima lingkungan dengan sikap positif, dan kesuksesan dapat di raih setapak demi setapak, sesuai dengan bentuk kesuksesan yang kita kehendaki.
Buku ini menjelaskan bahwa pikiran memiliki 15 kekuatan dahsyat, yaitu: melahirkan mindset, mempengaruhi intelektualitas, mempengaruhi fisik, mempengaruhi perasaan, mempengaruhi sikap, mempengaruhi hasil, mempengaruhi citra diri, mempengaruhi harga diri, mempengaruhi rasa percaya diri, mempengaruhi kondisi jiwa, mempengaruhi kondisi kesehatan, melampaui batas waktu, tidak mengenal jarak, menambah atau mengurangi energi, melahirkan kebiasaan.
Kita seharusnya menghindari sejauh mungkin berpikir negatif, karena pikiran tersebut berdampak terhadap respon menyerang atau lari, mencela, mengkritik, suka membanding-bandingkan, menguatkan ego rendah, menguatkan pikiran yang selalu negatif.

Tujuh prinsip berpikir positif:

  1. kesengsaraan hanya ada dalam persepsi kita
  2. masalah tidak akan membiarkan anda dalam kondisi yang ada. Ia akan membawa anda pada kondisi yang lebih buruk atau lebih baik
  3. jangan jadi masalah. Pisahkan diri anda dari masalah
  4. belajarlah dari masa lalu, hiduplah pada masa kini dan rencanakanlah masa depan
  5. Setiap masalah ada solusi spiritualnya
  6. mengubah pikiran berarti mengubah kenyataan. Pikiran baru menciptakan kenyataan baru.
  7. Tuhan tidak menutup pintu, kecuali karena telah dibuka pintu yang lebih baik

Jika kita sudah sepakat ingin selalu berpikir positif, bagaimana caranya. Tidak semua orang mudah untuk selalu berpikir positif, terutama mereka yang telah terbiasa berpikir negatif. Bagi mereka apa pun yang dihadapinya selalu dipersepsikan negatif, bahkan ketika menghadapi situasi positif pun selalu merespon dengan negatif. Nah, inilah jurus yang ditawarkan penulis, bagaimana cara atau strategi berpikir positif:

  1. Mengubah masa lalu. Jika anda mengalami situasi sulit, bayangkan pengalaman negatif masa lalu, pikirkan pelajaran yang anda dapatkan, bayangkan anda menghadapi masalah tersebut di masa ini ata mendatang. Berikan respon positif sesuai pelajaran tadi.
  2. Teladan. Jika anda menghadapi kesulitan, pikirkan bagaimana kira-kira reaksi orang yang anda idolakan jika beliau menghadapi masalah serupa. Contoh respon tersebut.
  3. Menjadi orang lain. Jika anda menghadapi masalah dengan seseorang, bayangkan anda saat ini menjadi orang tersebut, dengan demikian anda akan lebih paham kenapa dia bersikap demikian. Akhirnya anda akan lebih tepat mengambil respon yang relevan.
  4. Mengubah konsentrasi. Jika anda menghadapi masalah, jangan konsentrasikan pikiran anda pada masalah tersebut, tapi alihkan konsentrasi anda terhadap apa yang anda inginkan.
  5. Pengurangan dan peningkatan. Jika anda mulai berpikir positif, ulangi terus sehingga semakin kuat. Sebaliknya jika anda mulai berpikir negatif, jangan diteruskan, segera hentikan karena akan menjadi lebih negatif.
  6. Redefinisi atau mengubah persepsi terhadap suatu masalah. Seandainya anda pendiam dan iri pada orang yang berani bicara. Maka pikirkanlah apa hal positif dari sifat diam. Pikirkanlah terus hingga anda tahu behwa diam sesungguhnya adalah hal yang baik dan unggul, dan yakinlah anda akan hal tersebut.
  7. Dibagi-bagi. Jika anda menghadapi masalah, coba lah masalah tersebut di bagi ke dalam masalah-masalah yang lebih kecil. Selesaikan satu per satu masalah tersebut.
  8. Alternatif. Jika anda menghadapi masalah, siapkan lebih dari satu solusi
  9. Otogenik atau kontemplasi atau dzikir. Biasakan anda untuk berkonsentrasi atau kontemplasi atau dzikir, yaitu keluar dari kesibukan harian. Biasakalah tiap hari mengambil waktu untuk berdiam, konsentrasi, merenung, maka anda akan memiliki sikap dan perilaku yang positif.

Pada bagian akhir buku ini penilis menyampaikan beberapa wasiat agar selalu berpikir positif

  1. Jika punya keinginan, buatkan keinginan tersebut menggebu-gebu
  2. Jika membuat keputusan, kuatkanlah, jangan plinplan
  3. Jika sudah diputuskanlah, bertanggung jawablah secara penuh
  4. Anda harus memiliki visi dan tujuan hidup
  5. Waktu yang selalu positif, jangan buang-buang waktu.
  6. Senantiasa mengambangkan diri dengan membaca, pelatihan, dan sebagainya
  7. Biasakanlah berdiam dan merenung
  8. Beristirahat dan rileklah, jangan forsir tenaga, waktu dan pikiran anda melampaui batas.

Semoga manfaat.

Comments

Popular posts from this blog

Ayat-Ayat Al-Quran Tentang TAKDIR

***57:22*** 22. Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

***6:59*** 59. Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)"

***3:154*** 154. Kemudian setelah kamu berdukacita, Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari pada kamu [241], sedang segolongan lagi [242] telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri, mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah [243]. Mereka berkata: "Apakah ada bagi kita barang sesuatu (ha…

Penguatan Ekonomi Rakyat melalui Zakat (eBook)

Dalam komunitas global kita mengenal ekonomi kapitalis dan sosialis. Ekonomi kapitalis adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian seperti memproduksi barang, manjual barang, menyalurkan barang dan lain sebagainya. Sedangkan ekonomi sosialis adalah suatu sistem perekonomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah.

Komunitas domestik juga mengenal beberapa istilah ekonomi, seperti ekonomi gotong-royong dan sebagainya. Namun sesungguhnya, sejak jaman Rosulullah, Islam telah mengenalkan sistem ekonomi, yang mana pondasinya telah dibentuk melalui syariat zakat. 

eBook ini tidak menjelaskan sistem ekonomi, namun terbatas pada dasar-dasar syariat zakat yang mempunyai potensi dikembangkan menjadi pilar-pilar ekonomi rakyat. Selamat membaca, semoga bermanfaat.

Download di link berikut, GRATIS

Penguatan Ekonomi Rakyat …